Pembahasan 1 dari Kitab Nahwul Wadhih

Al bahtsu: PEMBAHASAN 


«idzaa ta ammalnaat tarkiibal awwala, wajadnaahu yatarokkabu min kalimataini. 
ihdaahumaa "albustaanu" wats tsaaniyatu "jamiilun"»


Artinya:

jika  kita perhatikan susunan pertama (contoh no.1 yakni: kalimat "albustaanu jamiilun", kita mendapatinya tersusun dari 2 kata.

salah satunya "albustaanu" dan yang kedua adalah "jamiilun"


~Penjelasan dari ana:~

perhatikan  contoh kalimat no.1
"Al bustaanu jamiilun".
Nahh, kalimat tersebut tersusun dari 2 kata:
1.Yang pertama:  "albustaanu"
2.Yang kedua:  "jamiilun"


✔Kembali ke kitab:
((Faidzaa akhodznal kalimatal uulaa wahdahaa wahiya: "al bustaanu" lam nafham illaa ma'nan mufrodan laa yakfii littakhoothubi, ))

〰✏jika kita ambil kalimat pertama saja, yaitu "albustaanu" (Taman) maka kita TIDAK bisa MEMAHAMI kecuali makna mufrodnya. Dan (yang seperti) ini, TIDAK MENCUKUPI utk sebuah percakapan.

~Penjelasan ana:~

*makna mufrod: yakni arti dari kata itu sendiri/ arti dari kosakata tsb. 
Misal: al bustaanu maka makna mufrodnya adalah taman.

*Jadi, misalkan ada orang yang mengatakan pada Anda: "Al bustaanu" ( "Taman")

Anda pasti akan bingung, kenapa tamannya? Ada apa dg taman?. Tidak jelas atau tidak bisa Anda memahami secara sempurna ketika orang tersebut hanya mengucapkan 1 kata saja yakni "al bustaanu" ( "taman")

Anda hanya bisa mengetahui makna mufrodnya saja. Yakni al bustanu berarti taman. Titik. Selanjutnya ada apa dg taman, taman mana yg dimaksud dll tidak jelas apa maksud si pembicara.Oleh karena itu, yang seperti ini tidak cukup untuk sebuah percakapan.


✔Kembali ke kitab:

((Walaakinnaa idzaa dhomamnaa ihdal kalimatayni  ilal ukhroo 'alan nahwilladzii fit tarkiibi,  wa qulnaa: "Al bustaanu jamiilun " fahimnaa ma'nan jayyidan))
〰 akan tetapi, jika kita gabungkan kata yang 1 dengan yang lainnya sebagaimana pada contoh , dan kita katakan:

"Albustaanu jamiilun" 
Taman itu indah.

Kita faham maknanya dengan baik.


(( wa kadzaalikal haalu  idzaa  akhodznal kalimatats tsaaniyata  wahdahaa wa hiya: "jamiilun"))
〰✏dan begitu juga halnya jika kita ambil kata yang kedua yakni "jamiilun".


~Penjelasan ana:~
Jadi sama dg yg pertama tadi, jika ada seseorang mengucapkan kepada Anda:
"Albustaanu" 

Maka Anda tidak akan faham apa maksud dari perkataan orang tersebut, "kenapa al bustaanu?" "Ada apa dengan al bustaanu" dst

Sama juga keadaannya jika ada seseorang hanya mengucapkan:
"Jamiilun", pendengar tidak faham apa maksud orang tersebut. "Siapa yang cantik?" "Apa yang indah?" Dst.


✔Kembali ke kitab:

((Was tafadnaa  faaidatan  taammatan,  wahiya ittishooful bustaani bil jamaali, walidzaalika yusammaa haadzat  tarkiibu jumlatan mufiidata.
Wa kullu waahidatin minal kalimatayni tu'addu juz an min haadzihil  jumlah. Wa haakadza  yuqoolu fil amtsilatil baaqiyati))


Jika kita menggabungkan kata pertama "al bustaanu" dengan "jamiilun" sehingga menjadi sebuah kalimat "al bustaanu jamiilun",maka..

: 〰✏Dan kita bisa mengambil manfaat secara sempurna (dari kalimat "al bustaanu jamiilun") yaitu: mensifati taman dengan keindahan.  


Oleh karena itulah susunan ini (kalimat "al bustaanu jamiilun" ) dinamakan   JUMLAH MUFIDAH.


Dan setiap kata dari dua kata tersebut dihitung 1 bagian dari kalimat ini. 
Dan demikianlah sisa contoh (no. 2 sampai 6) penjelasannya sama dengan diatas.

Komentar

Postingan Populer