Pelajaran Imla' Pertemuan Pertama

ﺑﺴﻢ ﷲ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ 



📙📒Pengertian Imla’

      Imla’ merupakan bagian dari maharah al-kitabah. Maharah al-kitabah atau keterampilan menulis Arab sendiri mencakup tiga muatan dasar. Pertama, maharah al-tahajji bi thariqatin salimatin,  keterampilan menyalin huruf secara benar. Kedua, maharah wadh’i alamata al-tarqim fi mawadhi’iha keterampilan meletakkan tanda baca yang benar. Ketiga, maharah al-rasmi al-wadhih al-jamil li al-huruf wa al-kalimat, yaitu keterampilan menulis indah atau seni kaligrafi.

             Maharah al-tahajji bi thariqatin salimatin atau keterampilan menyalin huruf hijaiyah secara benar itu sendiri mencakup dua hal:
1)    Kemampuan mengucapkan huruf-huruf hijaiyah baik dalam bentuk tunggal, kata, atau kalimat secara benar.
2)    Kemampuan menulis huruf-huruf hijaiyah baik dalam bentuk tunggal, kata, atau kalimat secara benar.
Sedangkan keterampilan meletakkan tanda baca  adalah kemampuan meletakkan tanda baca yang berupa titik satu, titik dua berbentuk vertikal, tanda seru, tanda tanya, koma, dan lainnya, tidak hanya pada menulis  tetapi juga ketika membacanya.
Muatan pertama dan kedua itulah yang menjadi obyek kajian sekaligus landasan definitif imla’. Dari sini dapat ditarik sebuah kesimpulan sederhana, bahwa imla’ adalah ilmu tentang teori-teori menulis dan melafalkan huruf hijaiyah secara benar dalam bentuk tunggal, kata, atau kalimat dan teori-teori tentang tanda baca sekaligus aplikasi dalam teks.
   

📌📜Tujuan Mempelajari Imla’

      Tujuan imla’ meliputi tujuan langsung dan tidak langsung. Tujuan langsung imla’ adalah mampu menulis huruf-huruf hijaiyah dalam bentuk tunggal, kata atau kalimat secara tepat dan cepat.
       Tujuan tidak langsung meliputi:
1)    al-hadaf al-lughawi (kebahasaan, yaitu membekali thulab dengan keterampilan berpikir cepat, pengetahuan akan makna, karekter huruf, struktur dan gaya bahasa yang baru.
2)    al-hadaf al-‘udhwi (fisik), memperkuat dan mempertajam indra pendengaran dan pengelihatan, sebab kuatnya hubungan sensor motorik dua indra tersebut yang kemudian memobilisasi otak agar menggerakkan tangan untuk menulis.
3)    al-hadaf al-khuluqi (sikap), membiasakan thullab bersikap, tertib, teliti, cermat dan mempunyai respon cepat terhadap panggilan, dan membiasakan mereka bersabar dan menjadi pendengar setia selama mudaris mendikte (imla’).
   

📩📩   Faidah Mempelajari Imla’

💐 Mempelajari imla’ sama halnya dengan mempelajari ilmu-ilmu lainnya, tidak terlepas dari nilai-nilai manfaat yang tidak sedikit. Mempelajari imla’ akan menghindarkan seseorang dari kesalahan dalam menulis dan mengantarkan seseorang kepada pengetahuan yang lebih baik dalam menulis, sebab tulisan merupakan pengganti mutakallim (pembicara) dalam mengungkapkan ide-ide, suara hati dan sebagainya dalam bahasa tulis. Sehingga ia menduduki posisi yang sama pentingnya dengan ucapan.
       

📑📑   Macam-macam Imla’

           Ada 4 (empat) macam jenis imla’ yang bisa diterapkan pada seseorang sesuai dengan tahap kognitifnya, yaitu:

1.    Imla’ manqul: thullab menyalin teks bacaan atau kalimat yang ada di kitab atau tulisan mudaris di papan ke dalam buku tulis. Imla’ jenis ini untuk tingkat pemula, dimana mereka lebih ditekankan untuk cermat dan teliti saat membaca tulisan dan menyalinnya.

2.    Imla’mandhur: thullab melihat dan mempelajari teks bacaan atau kalimat yang ada di kitab atau di papan tulis, lalu menutup kitab atau yang ada di papan tulis. Selanjutnya guru mendiktekan tek bacaan atau kalimat yang sama. Imla’ mandhur tidak hanya menuntut thullab lebih cermat dan teliti saat membaca, tapi juga harus mengingat bentuk tulisannya dan berkonsentrasi dengan mudaris. Mata, telinga dan kekuatan daya ingat harus saling mendukung. Imla’ mandhur diterapkan dikelas menengah.

3.    Imla’ ghairu al-mandhur (masmu’): thullab menulis teks bacaan atau kalimat yang dibacakan mudaris tanpa melihatnya terlebih dahulu (seperti pada metode ke dua). Metode ini untuk tahapan lebih tinggi, di mana thullab telah menguasai dengan baik teori-teori imla’ yang telah diajarkan. Ketika thullab mendengarkan bacaan mudaris, thulab mendeskripsikan (dalam benak) bentuk tulisannya sesuai dengan teori-teori yang ada di memori otaknya, lalu menuliskannya dengan cepat.

4.    Imla’ ikhtibari: Adalah bentuk imla’ yang diberikan kepada thulab yang telah menguasai dan memahami dengan baik teori-teori imla’ ikhtibari lebih banyak muatan praktik dari pada muatan teori.



📂📂KESIMPULAN


🌹Alhamdulillah dengan selesainya pembahasan mengenai imla’ di atas maka dapat ana simpulkan sebagai berikut:

1.imla’ adalah membacakan teks bacaan kepada thullab, kata demi kata atau kalimat demi kalimat dan meminta thullab untuk menulisnya.
2. al-hadaf al-lughawi, al-hadaf al-‘udhwi, al-hadaf al-khuluqi, adalah tujuan dari imla’
3. Mempelajari imla’ akan menghindarkan seseorang dari kesalahan dalam menulis dan mengantarkan seseorang kepada pengetahuan yang lebih baik dalam menulis, sebab tulisan merupakan pengganti mutakallim (pembicara) dalam mengungkapkan ide-ide, suara hati dan sebagainya dalam bahasa tulis. Sehingga ia menduduki posisi yang sama pentingnya dengan ucapan.
4.Adapun macam-macam imla’ adalah,Imla’ manqul, Imla’mandhur, Imla’ ghairu al-mandhur (masmu’), Imla’ ikhtibari

🔖 Qowaa'idul Imla' karya syaikh utsaimin رحمه الله تعلي

🔖 Qowaa'idul imla' lil mubtadaiin karya ahmad zarkasyiizarkasyii

📖 dan di ringkas kembali oleh ummu yasmin alfiyyatul hana' di tanah papua

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Komentar

Postingan Populer